Hijaukan Bumi

By Karang Hijau

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang Pemanasan Global Tahun 2007 di Bali bisa menjadi peluang dan pendorong untuk merehabilitasi lingkungan yang selama ini hampir mendekati kehancuran, terutama lingkungan hutan tropis yang tersebar di seluruh pulau dan konon luasnya menjadikan 1/3 paru-paru dunia.

Alam Sejuk Cikole LembangKehancuran hutan kita di Provinsi Riau, Kalimantan, Sumatra, Papua dan Pulau Jawa menjadi pertanda kehancuran bumi dengan sisinya. Bencana banjir tak terhindarkan, kebakaran hutan terjadi setiap waktu, udara kian panas sehingga lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman.

Pemanasan bumi terjadi, bukan saja semakin berkurangnya hutan, tapi juga semakin meningkatnya gas buang dari produk-produk industri dan semakin banyaknya bangunan berkaca.

Pada produksi industri, menghasilkan mesin-mesin kendaraan yang bahan bakarnya dari fosil seperti, mobil, motor, pesawat terbang, produk Air Condisioner, dll. Dari kendaraan bermotor,menghasilkan gas karbon dioksida atau polutan yang dihasilkan dari asap knalpot. Hampir seluruh kota di dunia, asap knalpot kendaraan telah menjadi pencemar lingkungan udara dan yang menjadi pemicu panasnya bumi.

Munculnya bangunan modern yang menggunakan bahan kaca dan steell (baja) menyebakan efek panas. Yaitu dari pantulan kaca dan besi (baja) atas sinar matahari ke bumi.

Semuanya itu, konon menjadikan kutub es di utara bumi yang dulunya menjadi bagian penyejuk dunia, kini semakin berkurang karena setiap harinya terus meleleh sebagai akibat panasnya bumi.

Oleh karena itu, untuk mengurangi kehancuran bumi karena pemanasan global, maka perlu dilakukan tindaka nyata dari tiap negara dan rakyatnya. Sekecil apapun tindak nyata untuk mengurangi panas bumi, perlu dicontoh.

Pertama, jaga dan rawat lingkungan kita dan pertahankan isinya ;

Kedua, tanam pohon apa saja disekitar rumah kita, baik dalam pot maupun tanah ;

Ketiga, kelola sampah dengan baik melalui proses daur ulang secara alami ;

Keempat, responsif terhadap kelompok yang mengajak menjaga lingkungan atau merehabilitasi hutan dan sekitarnya ;

Kelima, mengajak sesama untuk menjaga alam sekitar agar tetap hijau dan lestari.

Menjaga lingkungan itu, memang bukan tugas unsur Pemerintah saja, tapi adalah tugas masyarakat umum.

Komitmen untuk menjaga lingkungan jangan tergantung pada aktif dan tidak aktifnya Pemerintah. Tapi harus menjadi kebutuhan kita semua.

Kalau saat ini kita baru bisa menanam satu batang pohon, dan belum merasakan manfaatnya, yakinilah nanti anak cucu kita yang akan merasakan manfaatnya.

Rasanya kita berdosa kalau mewariskan alam sekitar yang hancur kepada anak cucu kita.

 

0 comments so far.

Something to say?